Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

SEKRETARIS DPC NAAT KUDUS LAKUKAN KUNJUNGAN KOORDINASI, JEMPUT PROGRAM UNTUK RAKERCAB APRIL

Gambar
SEKRETARIS DPC NAAT KUDUS LAKUKAN KUNJUNGAN KOORDINASI, JEMPUT PROGRAM UNTUK RAKERCAB APRIL Kudus – Dalam rangka mempersiapkan agenda strategis organisasi, Sekretaris DPC NAAT Kudus, Raden Kiswanto , melakukan kunjungan koordinasi kepada para Wakil Ketua dalam beberapa hari terakhir. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah konkret “jemput program” yang akan dibawa menuju Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada akhir April mendatang. Dalam dokumentasi kegiatan, Sekretaris DPC NAAT Kudus, Raden Kiswanto, tampak bersama Wakil Ketua IV, Kyai Ali Imron Al Hafidh , saat melakukan kunjungan koordinasi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sinergi antar pengurus dalam memastikan kesiapan program kerja yang akan diajukan. Kunjungan ini turut melibatkan jajaran Wakil Ketua I, II, III, dan IV yang masing-masing membawahi berbagai lembaga strategis NAAT, di antaranya LP3SN, LPN, LPKKN, LSKN, LADUNI, LAPAN, hingga LHKSN. Proses “jemput program” ini tidak hanya bersifat administratif,...

NAAT Kudus Jemput Program: LPN Garap Buku dan Film “Nyamplungan – Cahaya dari Karimunjawa”

Gambar
  NAAT Kudus Jemput Program: LPN Garap Buku dan Film “Nyamplungan – Cahaya dari Karimunjawa” KUDUS – Gerak cepat kembali ditunjukkan oleh DPC NAAT Kudus. Siang ini, Wakil Ketua III selaku Koordinator LADUNI & LAPAN, Kiai Faedhoni, didampingi Sekretaris DPC NAAT Kudus, Raden Kiswanto, melaksanakan agenda strategis bertajuk “jemput program” ke kediaman Sekretaris LPN, Hari Suyanto. Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi program lintas lembaga di tubuh NAAT Kudus, khususnya dalam penguatan sektor literasi, dakwah, dan pendidikan berbasis sejarah. Lembaga Penerbitan NAAT (LPN) sendiri bukan pemain baru. Di bawah pengawalan ilmiah LP3SN dan LSKN , LPN telah menerbitkan berbagai buku sejarah yang telah melalui proses verifikasi akademik. Artinya, bukan sekadar narasi—melainkan berbasis data, manuskrip, dan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Saat ini, LPN tengah menggarap proyek besar: Buku sekaligus film layar lebar berjudul “Nyamplungan – Cahaya dari Karimu...

Silaturrahim Jemput Program BIONAAT, DPC NAAT Kudus Siapkan Lompatan Strategis Ketahanan Pangan

Gambar
Silaturrahim Jemput Program BIONAAT, DPC NAAT Kudus Siapkan Lompatan Strategis Ketahanan Pangan Kudus — Langkah tak biasa namun sarat makna ditunjukkan jajaran pengurus DPC NAAT Kudus. Di tengah suasana malam yang sederhana, Ketua DPC didampingi Sekretaris turun langsung melakukan “silaturrahim jemput program”—sebuah pendekatan khas yang mengedepankan dialog, kedekatan, dan substansi. Program yang dijemput kali ini bukan program biasa. Namanya: BIONAAT. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang dijadwalkan akhir April mendatang. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, berbagai aspek strategis BIONAAT dibedah secara mendalam—mulai dari konsep dasar, pengaplikasian di lapangan, hingga dampaknya terhadap ketahanan pangan masyarakat. Dari Diskusi Sederhana, Lahir Gagasan Besar Pertemuan berlangsung tanpa sekat formalitas. Di ruang sederhana, di atas lantai dengan suguhan ala kadarnya, diskusi justru mengalir tajam dan produktif. ...

DPC NAAT Kudus Matangkan Proyek Film “Sunan Nyamplungan”, Siap Audiensi ke DPW dan DPP

Gambar
  DPC NAAT Kudus Matangkan Proyek Film “Sunan Nyamplungan”, Siap Audiensi ke DPW dan DPP Kudus – DPC NAAT Kudus kembali menggelar rapat internal dalam rangka mematangkan rencana pengembangan film sejarah berjudul Sunan Nyamplungan . Rapat yang berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keseriusan ini menjadi langkah lanjutan menuju audiensi resmi ke tingkat DPW dan DPP NAAT. Pertemuan tersebut membahas arah strategis produksi film, mulai dari penguatan konsep, penyusunan proposal, hingga kesiapan tim dalam membawa gagasan ini ke level organisasi yang lebih tinggi. Film Sunan Nyamplungan sendiri dirancang bukan sekadar sebagai karya visual, tetapi sebagai media dakwah keilmuan yang berangkat dari kajian sejarah dan silsilah berbasis manuskrip NAAT. Bukan Sekadar Film, Tapi Gerakan Keilmuan Tokoh Sunan Nyamplungan (Syekh Amir Hasan) merupakan salah satu figur penting dalam mata rantai Walisongo yang selama ini belum banyak diangkat dalam bentuk visual. Padahal, kiprahny...

Sowan Bukan Seremoni: Di Ruang Sederhana Ini, Arah Besar NAAT Kudus Ditentukan

Gambar
Sowan Bukan Seremoni: Di Ruang Sederhana Ini, Arah Besar NAAT Kudus Ditentukan KUDUS – Di tengah kesederhanaan sebuah ruang kerja yang jauh dari kesan formal, tampak tiga tokoh duduk bersahaja. Tanpa podium, tanpa susunan acara, dan tanpa atribut organisasi yang mencolok. Namun justru dari suasana seperti inilah, arah gerakan sering dirumuskan dengan lebih jernih. Mereka adalah KH. Kismanto, SE. , Ketua Lembaga Dakwah NAAT (LADUNI), bersama Kiai Tadi Mashuri , Ketua Bidang Seni Budaya. Keduanya tengah bersilaturahmi (sowan) kepada Kiai Raden Arif , Wakil Ketua II DPC NAAT Kudus. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Dalam tradisi NAAT Kudus, sowan adalah bagian dari metode komunikasi strategis—ruang untuk menyelaraskan gagasan, memperkuat visi, dan membahas program secara mendalam namun tetap cair. Tak ada meja rapat panjang atau layar presentasi. Hanya kopi, obrolan ringan, dan suasana apa adanya. Namun di balik itu, pembahasan berjalan serius, terarah, dan penuh pertimban...

Nyamplungan – Cahaya dari Karimunjawa

Gambar
Nyamplungan – Cahaya dari Karimunjawa Oleh: Redaksi NAAT Kudus Sejarah tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya bisa dua hal: dicatat dengan jujur… atau dipersempit secara perlahan. Dalam konteks Walisongo, kita menghadapi satu kenyataan yang tak bisa lagi dihindari: ada tokoh-tokoh besar yang terus diulang dalam narasi publik, sementara tokoh lain—yang memiliki posisi tak kalah penting—justru nyaris tak terdengar. Di antara nama yang terpinggirkan itu, berdiri satu sosok yang seharusnya tidak berada di sana: Sunan Nyamplungan (Syekh Amir Hasan). Ketika Sejarah Tidak Lagi Utuh Masalah terbesar kita hari ini bukan kekurangan data. Masalahnya adalah ketimpangan narasi. Sejarah Walisongo sering disajikan dalam bentuk yang “ringkas”, “populer”, dan mudah dicerna. Namun dalam proses itu, tidak sedikit bagian yang tereduksi—bahkan terlewat. Akibatnya, publik mengenal sejarah… tapi tidak secara utuh. Dalam situasi seperti ini, Nyamplungan bukan sekadar tokoh yang terlupakan. Ia adalah indika...

Jejak Murid KH Imam Nawawi: Kyai Khasan Munawi, Sayembara Ringinagung dan Jaringan Trah Mataram–Walisongo

Gambar
Jejak Murid KH Imam Nawawi: Kyai Khasan Munawi, Sayembara Ringinagung dan Jaringan Trah Mataram–Walisongo KUDUS–KEDIRI – Penelusuran sejarah di lingkungan Masjid Ringinagung tidak hanya menghadirkan sosok KH Imam Nawawi sebagai tokoh sentral, tetapi juga membuka jejak muridnya yang memiliki latar belakang nasab yang kuat, yaitu Kyai Khasan Munawi. Dalam tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, Kyai Khasan Munawi dikenal sebagai salah satu santri yang turut serta dalam peristiwa sayembara penebangan pohon ringin besar yang menjadi asal-usul nama Ringinagung. Pohon tersebut, yang sebelumnya sulit ditebang, akhirnya berhasil ditundukkan melalui ikhtiar lahir dan batin, menjadi simbol awal berdirinya pusat dakwah di wilayah tersebut. Sayembara dan Ikatan Kekeluargaan Disebutkan bahwa peserta yang berhasil dalam sayembara tersebut mendapatkan penghargaan khusus. Dalam hal ini, Kyai Khasan Munawi dinikahkan dengan Nyai Maemunah, yang berasal dari Desa Jepang. Peristiwa ini tidak hanya me...

Jejak Ulama Kudus di Kediri: KH Imam Nawawi, Laskar Diponegoro dan Pendiri Masjid Ringinagung

Gambar
Jejak  Ulama Kudus di Kediri: KH Imam Nawawi, Laskar Diponegoro dan Pendiri Masjid Ringinagung KEDIRI – Jejak dakwah ulama Nusantara kembali menemukan titik terangnya melalui sosok KH Imam Nawawi , pendiri Masjid Ringinagung yang hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam. Didirikan pada era 1870-an, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan pendidikan Islam di wilayah Kepung, Kediri—melanjutkan tradisi dakwah berbasis pesantren yang mengakar kuat. Masjid Ringinagung - Kediri Asal-Usul dan Nasab Berdasarkan penelusuran yang diperkuat oleh keterangan Turos Ulama , KH Imam Nawawi berasal dari Desa Jepang . Beliau merupakan putra dari Nyai Mur binti Kyai Madarum dari wilayah Ngembal, Kudus, yang bersambung kepada Raden Alori, seorang Adipati Pati. Jalur ini menunjukkan keterkaitan antara tradisi keulamaan dan struktur kepemimpinan lokal pada masanya, yang sering kali berjalan beriringan dalam membangun m...

Menjelang Rakercab, DPC NAAT Kudus Serap Wejangan Mustasyar

Gambar
Menjelang Rakercab, DPC NAAT Kudus Serap Wejangan Mustasyar Kudus – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) NAAT Kudus melalui Sekretaris melakukan langkah strategis dengan bersilaturahmi sekaligus menyerap arahan dari para sesepuh NAAT Kudus, khususnya jajaran Mustasyar. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda formal, namun merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan nilai, arah perjuangan, serta marwah organisasi agar tetap berada dalam koridor keilmuan, adab, dan sanad yang kuat. Dalam pertemuan tersebut, para Mustasyar memberikan berbagai masukan penting yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja DPC NAAT Kudus ke depan. Di antaranya adalah penegasan arah strategis organisasi, penguatan kelembagaan, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara gerakan keilmuan, dakwah, dan kemandirian ekonomi. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengembangan Lembaga Peneliti, Pengawas, dan Pencatatan Nasab (LP3SN...

Guru Kampung, Pengaruh Besar yang Sering Terlupakan

Gambar
Guru Kampung, Pengaruh Besar yang Sering Terlupakan Kudus — Di tengah sorotan terhadap tokoh-tokoh besar, seringkali masyarakat melupakan peran guru-guru sederhana di lingkungan sekitar yang justru memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseorang. Guru kampung, dengan segala kesederhanaannya, menjadi garda terdepan dalam membentuk dasar keagamaan masyarakat. Mereka mengajarkan hal-hal paling mendasar: membaca Al-Qur’an, wudhu, sholat, hingga akhlak sehari-hari. Meski tidak dikenal luas, peran mereka sangat menentukan arah hidup murid-muridnya. Dalam banyak kasus, keberhasilan seseorang dalam menjaga ibadah hingga dewasa berakar dari didikan guru di masa kecil atau remaja. Sayangnya, kontribusi mereka jarang terdokumentasikan. Padahal, dalam perspektif keilmuan Islam, mereka adalah bagian dari rantai sanad yang harus dijaga dan dihormati. NAAT Kudus memandang penting untuk mengangkat kembali peran guru-guru lokal sebagai bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan dan budaya Islam Nusan...

NAAT Kudus: Menjaga Nasab, Merawat Sejarah, Membangun Peradaban

Gambar
NAAT Kudus: Menjaga Nasab, Merawat Sejarah, Membangun Peradaban Saat Nasab Dipermainkan, Siapa yang Berani Meluruskan? Di tengah arus zaman yang semakin cepat dan sering melupakan akar sejarah, hadir sebuah gerakan yang tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang arah masa depan. Itulah NAAT Kudus—bagian dari jaringan besar Naqobah Ansab Auliya Tis’ah (NAAT) yang berkomitmen menjaga kemurnian nasab, melestarikan sejarah Walisongo, serta membangun peradaban berbasis nilai keislaman dan keilmuan. Menjaga Sanad, Bukan Sekadar Silsilah Bagi NAAT Kudus, nasab bukan sekadar daftar nama turun-temurun. Ia adalah sanad kehidupan—penghubung antara generasi masa kini dengan para auliya’ dan ulama terdahulu. Di tengah maraknya klaim nasab tanpa dasar yang jelas, NAAT Kudus hadir melalui lembaga khususnya, LP3SN (Lembaga Peneliti, Pengawas, dan Pencatatan Nasab), untuk melakukan: Penelitian silsilah berbasis data dan manuskrip Verifikasi klaim nasab secara ilmiah Pencatatan resmi n...

Adab Sebelum Ilmu: Pelajaran yang Sering Dilupakan

Gambar
Adab Sebelum Ilmu: Pelajaran yang Sering Dilupakan Kudus — Dalam perjalanan menuntut ilmu, banyak orang berfokus pada hasil, namun melupakan fondasi utama yang justru menentukan keberkahan ilmu itu sendiri, yaitu adab. Kitab Ta’lim Muta’allim sejak lama telah menjadi rujukan penting dalam tradisi pesantren. Kitab ini tidak hanya mengajarkan cara belajar, tetapi juga bagaimana bersikap terhadap guru, ilmu, dan sesama penuntut ilmu. Salah satu pelajaran mendasar adalah pentingnya memuliakan guru. Dalam pandangan ulama, keberkahan ilmu sangat bergantung pada adab seorang murid terhadap gurunya. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa akses ilmu semakin mudah, namun tidak selalu diiringi dengan adab yang memadai. Hal ini berpotensi menjadikan ilmu kehilangan ruhnya. Dalam tradisi keilmuan Islam Nusantara, adab bukan pelengkap, melainkan fondasi. Tanpa adab, ilmu tidak akan memberi dampak yang mendalam dalam kehidupan. Oleh karena itu, menghidupkan kembali nilai-nilai adab menjadi penting, khu...

Sowan Lebaran: Menjaga Sanad Ilmu dari Guru ke Murid

Gambar
Sowan Lebaran: Menjaga Sanad Ilmu dari Guru ke Murid. Kudus — Hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi momentum saling memaafkan, tetapi juga saat yang tepat untuk merawat hubungan antara murid dan guru dalam tradisi keilmuan Islam. Hal ini tampak dalam silaturahim yang dilakukan salah satu pengurus NAAT Kudus kepada guru beliau, Kiai Nasrin, di Undaan Kidul, Kudus, pada siang hari Idul Fitri 1447 H. Dalam suasana sederhana, penuh kehangatan, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Lebih dari itu, menjadi bentuk penghormatan kepada sosok yang telah meletakkan dasar kehidupan beragama sejak masa awal. “Beliau yang pertama kali mengajarkan saya wudhu, sholat, dan dasar ilmu agama,” ungkapnya. Sejak masa baligh, beliau telah dibimbing melalui berbagai kitab dasar seperti Fasholatan, Jurumiyah, Ta’lim Muta’allim, hingga ilmu tauhid. Semua itu menjadi pondasi yang terus diamalkan hingga hari ini. Dalam tradisi Islam, hubungan guru dan murid tidak berhenti pada proses belajar. Ia b...

Tim Produksi Film Nyamplungan Bahas Anggaran Produksi

Gambar
Tim Produksi Film Nyamplungan Bahas Anggaran Produksi Rapat produksi membahas kebutuhan anggaran dan tahapan produksi film sejarah tentang dakwah Sunan Nyamplungan . KUDUS — Tim produksi film Nyamplungan kembali menggelar rapat koordinasi pada Senin malam untuk membahas penyusunan anggaran produksi film yang mengangkat kisah Sunan Nyamplungan , tokoh penyebar Islam di wilayah Karimunjawa . Rapat yang berlangsung di Kudus tersebut membahas sejumlah komponen penting dalam proses produksi, mulai dari kebutuhan pra-produksi, biaya produksi di lapangan, hingga rencana pascaproduksi. Dalam pertemuan tersebut, tim produksi menelaah berbagai kebutuhan teknis serta kemungkinan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas produksi film. Beberapa dokumen perencanaan produksi terlihat dibahas bersama sebagai dasar penyusunan anggaran final. Film Nyamplungan dirancang sebagai film sejarah yang mengangkat perjalanan dakwah putra Sunan Kudus , yang dikenal memiliki peran penting dalam penyebaran ...

Dari Kudus Menuju Layar Lebar: Proyek Film Nyamplungan Mulai Dikembangkan

Gambar
Dari Kudus Menuju Layar Lebar: Proyek Film Nyamplungan Mulai Dikembangkan Upaya menghadirkan kisah tokoh dakwah Nusantara ke layar lebar mulai digagas melalui proyek film berjudul Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa . Proyek ini tengah memasuki tahap pengembangan cerita dan persiapan produksi oleh tim yang melakukan serangkaian diskusi intensif di Kabupaten Kudus . Film tersebut direncanakan mengangkat kisah perjalanan dakwah Syekh Amir Hasan , tokoh penyebar Islam di wilayah kepulauan Karimunjawa . Sosok ini dikenal sebagai putra dari Syekh  Ja’far Shadiq , ulama besar yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Melalui film ini, kisah dakwah yang selama ini lebih banyak dikenal dalam tradisi sejarah lokal diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Diskusi Pengembangan Cerita Tim pengembangan proyek film telah menggelar sejumlah pertemuan untuk membahas arah cerita, struktur dramatik, serta pendekatan sejarah yang akan digunakan...

Film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa, Upaya Mengangkat Kisah Dakwah Nusantara ke Layar Lebar

Gambar
Film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa , Upaya Mengangkat Kisah Dakwah Nusantara ke Layar Lebar Upaya menghadirkan kisah sejarah Islam Nusantara ke dalam medium film layar lebar kembali digagas melalui proyek film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa . Film ini dirancang untuk mengangkat perjalanan dakwah Syekh Amir Hasan , tokoh penyebar Islam di wilayah Kepulauan Karimunjawa . Proyek film ini tidak hanya bertujuan menghadirkan tontonan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali tokoh-tokoh dakwah Nusantara kepada generasi masa kini. Dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa, sosok Sunan Nyamplungan memiliki peran penting sebagai putra dari Ja’far Shadiq , salah satu tokoh besar dalam jaringan dakwah Islam di pesisir utara Jawa. Mengangkat Tokoh Sejarah ke Medium Film Selama ini, kisah para tokoh penyebar Islam di Nusantara lebih banyak dikenal melalui kitab sejarah, tradisi lisan, dan penelitian akademik. Sementara itu, medium film sebagai sarana penya...

“Merawat Alam, Menguatkan Umat: LADUNI NAAT Kudus Bahas Program BIONAAT”

Gambar
“Merawat Alam, Menguatkan Umat: LADUNI NAAT Kudus Bahas Program BIONAAT” Jepara — Ketua DPC NAAT Kudus bersama sejumlah anggota LADUNI (Lembaga Dakwah NAAT) mengadakan pertemuan sederhana namun penuh gagasan pada Senin malam (10/3/2026) di wilayah Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah . Pertemuan tersebut membahas pengembangan program BIONAAT , sebuah inisiatif pemanfaatan teknologi bio sederhana untuk pemberdayaan masyarakat. Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban. Duduk melingkar di sebuah ruangan sederhana, para peserta diskusi membicarakan berbagai potensi pemanfaatan teknologi bio yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Program BIONAAT sendiri merupakan gagasan pemanfaatan teknologi bio fermentasi sederhana yang dikembangkan melalui kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat oleh LADUNI NAAT. Teknologi ini memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti gula, air, dan garam yang difermentasi untuk menghasilkan caira...

Mengapa Kisah Sunan Nyamplungan Layak Difilmkan?

Gambar
Mengapa Kisah Sunan Nyamplungan Layak Difilmkan? Sejarah Nusantara menyimpan banyak kisah tokoh besar yang belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu di antaranya adalah kisah dakwah Syekh Amir Hasan , tokoh penyebar Islam di Kepulauan Karimunjawa . Meski namanya dikenal dalam tradisi sejarah lokal, kisah perjuangan Sunan Nyamplungan belum banyak diangkat ke dalam karya visual modern seperti film layar lebar. Padahal, perjalanan hidup tokoh ini menyimpan nilai sejarah, spiritualitas, dan kemanusiaan yang sangat kuat. Rencana produksi film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kembali kisah tersebut kepada generasi masa kini melalui medium sinema. Tokoh Dakwah dari Keturunan Ulama Besar Sunan Nyamplungan dikenal sebagai putra dari Syekh  Ja’far Shadiq - Sunan Kudus , salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Dari garis keturunan tersebut, Sunan Nyamplungan mewarisi semangat dakwah yang kemudian m...

Sinergi Film dan Literasi: Buku Nyamplungan Disiapkan Menyertai Produksi Film Layar Lebar

Gambar
Sinergi Film dan Literasi: Buku Nyamplungan Disiapkan Menyertai Produksi Film Layar Lebar Upaya mengangkat sejarah dakwah Nusantara ke ruang publik terus berkembang melalui berbagai medium kreatif. Setelah rencana produksi film layar lebar tentang Sunan Nyamplungan mulai dipersiapkan, kini langkah lanjutan juga dilakukan di bidang literasi. Lembaga Penerbitan NAAT (LPN) tengah menyiapkan sebuah buku sejarah yang akan diterbitkan bersamaan dengan perilisan film “Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa.” Program ini menjadi bagian dari sinergi antara dunia penerbitan dan industri film dalam menghadirkan karya yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki landasan historis yang kuat. Proyek film tersebut digarap oleh tim produksi Nusa Pictures Indonesia , yang bekerja sama dengan jaringan NAAT dalam mengangkat kisah tokoh-tokoh dakwah Nusantara ke layar lebar. Melalui kolaborasi ini, kisah Sunan Nyamplungan diharapkan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, khususnya generasi...

Sinopsis Film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa Rampung, Proyek Film Sejarah Ini Masuk Tahap Penulisan Skenario

Gambar
Sinopsis Film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa Rampung, Proyek Film Sejarah Ini Masuk Tahap Penulisan Skenario KUDUS — Proses pengembangan film layar lebar Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa terus menunjukkan kemajuan. Tim pengembangan proyek film tersebut kembali menggelar pertemuan untuk mematangkan konsep cerita sekaligus membahas langkah lanjutan menuju produksi film. Pertemuan berlangsung di Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/3/2026). Dalam diskusi tersebut, tim membahas berbagai aspek penting produksi film, mulai dari penguatan konsep cerita, pendekatan sejarah, hingga tahapan produksi yang akan dijalankan. Film Nyamplungan: Cahaya dari Karimunjawa direncanakan mengangkat kisah dakwah Syekh Amir Hasan , tokoh penyebar Islam di wilayah Kepulauan Karimunjawa. Tokoh ini dikenal sebagai putra dari Syekh Ja’far Shadiq, salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Kisah perjuangan dakwah di wilayah kepulauan tersebut dinilai m...

Kisah Berdirinya Nusa Pictures Indonesia

Gambar
Kisah Berdirinya Nusa Pictures Indonesia Sebuah film sering lahir dari sebuah cerita. Namun kadang, sebuah rumah produksi justru lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali cerita yang hampir terlupakan. Semangat itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan pendirian Nusa Pictures Indonesia . Rumah produksi ini dirintis sebagai wadah kreatif untuk menghadirkan karya film yang mengangkat sejarah, budaya, serta jejak peradaban Nusantara yang memiliki nilai penting bagi generasi masa kini. Gagasan ini diprakarsai oleh Abu Naam Rasyid , seorang peneliti sejarah dan pemerhati nasab tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara. Melalui berbagai kegiatan penelitian, penelusuran manuskrip, serta kajian sejarah yang dilakukan bersama tim peneliti, muncul kesadaran bahwa banyak kisah penting dalam sejarah Nusantara yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Sebagian kisah tersebut tersimpan dalam manuskrip lama, catatan sejarah, maupun tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke gene...